Berita cukup bagus datang dari hasil survey yang dilakukan oleh Gartner, sebuah perusahan analis, yang menyatakan bahwa sekitar 85 persen perusahaan menggunakan open source software (OSS), sedangkan 15 persen baru akan menggunakan open source mulai tahun 2009. Gartner melakukan survei 274 end user di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Serikat pada bulan Mei dan Juni 2008, dan dihasilkan sekitar 31 persen responden menyatakan telah memiliki prosedur resmi untuk evaluasi penggunaan OSS.Menurut Gartner, tanpa adanya prosedur resmi, maka perusahaan yang menggunakan OSS akan menghadapi resiko tuntutan hukum terkait penggunaan hak kekayaan intelektual yang tidak sah. Menurut Gartner, kebanyakan perusahaan menggunakan perangkat open source karena biayanya yang murah, dan OSS tidak bergantung dengan satu platform saja, juga akses cepat tanpa aturan yang kompleks.
Director research Gartner, Laurie Wurster, menambahkan, memang OSS ini gratis diberikan untuk perusahaan, namun yang gratis bukan berarti tanpa cost dan resiko lainnya. Untuk itu, perusahaan harus memiliki policy yang jelas sebelum mengadopsi open source, sehingga dapat memutuskan penggunaan aplikasi pendukung open source yang cocok, dan dapat mengidentifikasi resiko penggunaan hak property kekayaan intelektual.
Related posts:



Leave Your Comments Below