Situs jejaring social kini telah menjadi bagian dari jaringan hidup modern dalam cyber space. Situs jejaring social, kini dapat dimainkan untuk menangani atmosfer hukum. Terbukti dengan beberapa kasus yang berasal dari Supreme Court di Canberra, ibukota Australia, yang telah membuat history dengan peraturan yang mengizinkan seorang pengacara untuk menggunakan Facebook untuk menangani dokumen sah, ketika terdakwa gagal ‘dinaikkan’ kasusnya ke pengadilan.Ini adalah yang pertama kalinya bahwa situs jejaring social yang digunakan untuk menangani dokumen yang berkaitan dengan hukum. Pengacara harus meminta izin ke pengadilan untuk memberikan penanganan dokumen sah via Facebook mengenai beberapa orang yang belum membayar pinjaman, dimana alamat rumah mereka tidak bisa ditemukan.
“Kami tidak bisa menemukan terdakwa secara personal setelah banyak usaha yang kami lakukan sehingga kami mencoba untuk menemukan mereka melalui Facebook. Kami melakukan pencarian public berbasis alamat email yang kami punya dan halaman Facebook untuk terdakwa.” kata pengacara Mark McCormack. Ini baru pertama kalinya email dan pesan text menjadi alat utama untuk menemukan terdakwa, tentunya dengan melalui situs jejaring social Facebook.
Lalu apakah dengan pencarian melalui Facebook, penampilan terdakwa secara online benar-benar hal yang ‘nyata’, setelah siapa pun dapat membuat account Facebook dengan nama samaran? Hal inilah yang menjadi kompleksitas para pengacara, tambah McCormack.
Related posts:



Leave Your Comments Below