Berita buruk datang menimpa para pegawai Yahoo Inc. Setelah beberapa waktu lalu sempat mengadakan pemecatan besar-besaran, kini Yahoo juga akan ‘memangkas’ sebanyak 700 karyawannya setelah perusahaan raksasa tersebut berpindah ke boss CEO yang baru, yang konon menjanjikan Yahoo sebagai franchise Internet yang terbaik. Walaupun begitu, adanya pemecatan di kuarter pertama tahun 2009 ini, yang diumumkan Selasa (21/4) lalu telah menjadi kejutan tidak menyenangkan untuk karyawan Yahoo.Menurut yang dilansir dari Yahoo News, banyak analis yang memprediksikan bahwa tiga tahun akhir-akhir ini Yahoo telah mengalami masa sulit, dan mungkin akan memburuk selama tiga bulan ke depan, walaupun jumlah payroll tidak diberitakan secara rinci di media public. Mengenai hubungannya dengan kerja sama bersama Microsoft, dalam konferensi Selasa kemarin, CEO Yahoo, Carol Bartz juga menolak berkomentar mengenai status rumor mengenai bergabungnya Yahoo dengan perusahaan raksasa Microsoft Corp.
Sementara itu, Bartz juga mengindikasikan bahwa ia akan berfokus untuk kekuatan Yahoo, seperti di sector berita online, finance, sport, email, dan pencarian Internet, dimana peringkatnya masih di bawah Google. Bartz juga berpikir, ia dapat membebaskan uang lebih banyak dengan tidak menggaji 700 karyawan yang dipecat tersebut, dan uang itu akan digunakan untuk memperluas dan mempromosikan produk mereka ke seluruh dunia. Untuk itu, Bartz mengatakan, mungkin akan ada pemecatan karyawan lebih besar lagi di Yahoo.
Jumlah pegawai yang dipecat mencapai 5 persen dari 13,500 pekerja di Yahoo. Bahkan, diperkirakan sekitar 675 pegawai lagi akan kehilangan pekerjaan mereka dalam dua minggu ke depan. Seperti yang diketahui, Yahoo telah memecat 1,000 orang di bulan Februari 2008, dan 1,500 pegawai di akhir tahun yang sama, ketika Jerry Yang, CEO sebelumnya, masih ada di perusahaan tersebut. “Kami memangkas menjadi satu orang manajemen produk, setelah sebelumnya ditangani tiga engineer. Kami memiliki banyak orang dalam satu bidang, namun mereka tidak mengerjakan tugas mereka.” ungkap Bartz
Related posts:



Leave Your Comments Below