Israel Defense Force (IDF) telah menggunakan channel YouTube untuk mempublikasikan hasil pengambilan video mengenai pemboman Palestina, gambar juga update video setiap harinya, yang didesain untuk menunjukkan bahwa Israel sanggup memiliki tempat gudang persenjataan dan bahkan anak-anak sekolah dasar juga bisa mereka gunakan untuk menjadi tim pembunuh. Untuk alasan itulah, pengguna YouTube dapat melihat semua video tersebut dalam dua menit dan tidak ada kolom komentar.IDF bahkan telah join ke revolusi blogging dengan nama IDFspokeperson.com, dan situs resmi IDF tersebut juga memiliki section bernama “Operation Cast Lead” yang meliput gambar banner, foto dan update video dari zona perperangan di Palestina. Konsulat untuk Israel di New York kemudian membuka press conference melalui Twitter, minggu lalu, yang mengindikasikan sejauh mana Israel dalam usahanya memerangi kelompok Hamas di Palestina. Selain itu, di sisi lain konflik, hacker juga meniti kesuksesan dengan menaklukkan situs penuh komentar dari Israel, DEBKAfile, beberapa hari lalu.
Hamas, kelompok yang menjalankan pemerintahan di Gaza, melancarkan usahanya untuk memberikan delapan bahasa yang berbeda di website-nya. Bahkan Hamas telah me-launching cloning dari YouTube, AqsaTube, yang memiliki video pelatihan senjata dan material lainnya. Namun, beberapa bulan setelah peluncuran, situs video tersebut akhirnya diambil alih oleh penyedia hosting website tersebut yang ada di Perancis. Sebuah stasiun televise di Gaza, Al-Aqsa TV, juga telah dibom oleh Israel akhir minggu kemarin, setelah Israel membongkar kode transmisi regular dari Al-Aqsa. Peperangan antara Israel dan kelompok Hamas sebagai pembela Palestina, telah banyak menggunakan komunikasi tingkat tinggi, termasuk peperangan hingga ke tingkat dunia maya
Related posts:



Leave Your Comments Below