Device touchscreen seperti iPhone memang tampak bagus ketika bisa dilihat, namun tidak cukup bagus untuk yang tidak bisa melihat. Kini ada cara baru untuk merepresentasikan karakter Braille dalam mobile device, yang sekaligus akan menjadi langkah awal sebuah ponsel dengan touchscreen huruf Braille. Dalam Braille, huruf dikodekan menggunakan dua hingga tiga matrix dalam setiap karakternya, yang ditunjukkan dalam konfigurasi titik (dot) muncul dan hilang dalam enam lokasi.Untuk menampilkan titik-titik tersebut dalam device touchscreen, Jussi Rantala dari University of Tampere di Finlandia, dan koleganya yang berasal dari Stanford University US, kemudian mengujicoba menggunakan sebuah Nokia 770 Internet Tablet. Internet Tablet tersebut memiliki material piezoelectric yang dibangun di dalam touchcsreen, yang memancarkan sinyal elektrik ke pengguna. Team Rantala juga menginstal software yang dapat memunculkan titik sebagai vibrasi single pulse, dan menghilangkan titik sebagai vibrasi atau getaran yang lama yang dibangun dari beberapa pulse yang lebih rendah.
Team juga membuat dua metode yang berbeda untuk device ponsel touchscreen. Pertama, user akan membaca matrik dari sisi kiri layar, kemudian user memindahkan jari secara horizontal di layar untuk membaca lima titik. “Walaupun tampak mudah, namun sesungguhnya cukup rumit untuk mereka. “ kata Rantala. Yang kedua, user dengan mudah menempatkan jari di mana saja di layar dan tetap menahannya. Kemudian ponsel akan menampilkan karakter dengan menggetarkan enam titik secara berulang kali selama 360 milidetik per titik. Namun, hasil yang diperoleh cukup mengejutkan karena kecepatan sukarelawan untuk membaca karakter cukup cepat yakni 1.25 detik. Kini Rantala akan menambah semua kata dan tidak hanya single karakter di layar
Related posts:



Leave Your Comments Below