Seorang spammer dapat menghadapi penjara selama beberapa waktu atas koneksinya dengan aturan Facebook, perkara dibawa ke Kejaksaan Agung di U.S untuk diproses tindak kriminalitasnya. Hakim Jeremy Fogel di U.S. District Court for the Northern District of California membawa Sanford Wallace atau yang diketahui bernama “Spam King” dalam sejarah mail marketing. Jaksa Agung U.S akan memprosesnya atas tuduhan pencemaran dalam konjungsinya melarang Wallace untuk mengakses Facebook.Facebook memasukkan dakwaan melawan Walalce dan dua laki-laki lainnya di bulan Februari lalu, atas tuduhan spamming dan phishing melalui situs jejaring social populer. Kemudian di minggu berikutnya, Judge Fogel sementara masih memberikan larangan kepada Wallace dan dua spammer lainnya, yakni Adam Arzoomanian dan Scott Shaw, untuk akses jaringan Facebook.
“Kami melihat Fogel sangat bersikeras untuk melawan spammer. Spammer merasa bahwa mereka kebal terhadap prosekusi kriminal. Fogel juga mendemonstrasikan bahwa hakim akan mengendalikan spammer.“ ungkap juru bicara Facebook, Barry Schnitt. Sementara itu, Wallace sendiri menjadi spammer sejak tahun 1990. Bulan Mei lalu, Wallace harus membayar US$230 juta atas phishing dan spamming pengguna MySpace dengan link untuk judi dan pornografi.
Related posts:



im very happy hear that… lets shoot down the spamer