Dengan semakin meningkatnya teknologi komunikasi di dunia, maka pelaku bisnis mengalami dilemma. Mereka harus menemukan cara untuk selalu ‘berkaitan’ dan berokomunikasi secara langsung dengan customer mereka dan public. Namun, di satu sisi mereka juga harus mengontrol dan menjaga informasi sensitif yang mereka miliki. Hal yang paling aman dilakukan untuk pengguna pelaku bisnis dan customer mereka adalah share informasi melalui blog.Selama tiga tahun terakhir, blog sudah menyebar dan dikenal di kalangan para pebisnis. Sebagian besar corporate besar biasanya sudah memiliki blog dalam title yang berbeda dalam rangka untuk memperoleh content yang relevan dengan penjualan di pasar agar bisa lebih cepat dan efektif. Popularitas blog kini juga didukung oleh jaringan sosial berbasis web, seperti LinkedIn, Facebook and Twitter. Namun, terdapat perbedaan antara posting dib log dan update status di LinkedIn. Setiap update status account Twitter menjadi masukan terbaru di blog, dan interkoneksi tersebut menjadi sangat penting karena hal tersebut yang selama ini dipikirkan oleh staff department IT.
Sementara itu, banyak reaksi mengenai masalah keamanan dalam blog atau situs jejaring social tersebut dari sebagian besar department IT, termasuk implementasi filter URL dan pemblokiran akses ke situs, seperti LinkedIn and Twitter. Menurut yang dilansir dari PCWorld, hal terpenting adalah proteksi data, bukan akses web, karena data memiliki banyak form, dan semua proteksi data yang bagis membutuhkan edukasi user yang solid dan repetitive. Untuk itulah, industri keamanan komputer harus membantu memberi informasi untuk staff department IT mengenai pentingnya tempat untuk menyimpan data sensitive. Dengan mempelajari di mana data disimpan, baik yang di blog atau jejaring social, bagaimana menangani data dan siapa saja yang berhak mengakses, maka IT dapat membangun policy yang efektif untuk memproteksi data dengan cepat
Related posts:



Leave Your Comments Below