Lebih dari satu tahun adanya larangan penggunaan YouTube oleh pemerintah Amerika terhadap soldier-nya, maka kini Pentagon telah menciptakan TroopTube, situs video-sharing miliknya yang baru. “TroopTube adalah situs video online baru yang didesain untuk membantu family militer agar dapat terkoneksi dan keep in touch, walaupun antar jarak bermil-mil jauhnya.” ulasan tim pembuat TroopTube di homepage Trooptube.tv.TroopTube sendiri menurut Departemen Pertahanan Amerika dimaksudkan untuk digunakan untuk kepentingan tugas aktif, pengawalan (Guarding), pasukan cadangan dan untuk family pasukan militer, yang diperkirakan seluruhnya mencapai empat juta orang. Video di TroopTube dapat dilihat oleh pengunjung siapa saja, namun harus registrasi terlebih dahulu untuk meng-upload material ke situs video online tersebut.
Salah satu video di homepage-nya berisi penghargaan kepada pasukan Amerika dari General David Petraeus, komandan Central Command yang baru, atas kerja keras pasukan di Iraq, Afghanistan, dan sebagainya. TroopTube sendiri dibuat atas dasar partnership antara Delve Networks, perusahaan yang bermarkas di Seattle, Washington, dan sebuah agency marketing dan interactive, Marion, Montgomery, Inc.
Seperti yang telah diketahui, pada bulan May 2007, Pentagon melaarang tentara Amerika menggunakan syste computer Department Pertahanan Amerika dari penggunaan YouTube, MySpace dan 10 website jejaring social lainnya. Larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah koneksi Internet militer dari adanya upload atau download file dan data penting, seperti video clip. Selain itu, larangan tersebut juga ditujukan untukk perlindungan dari adanya infiltrasi oleh software ‘jahat’ atau program spy dari hacker, yang tersembunyi di file.
Sebelum larangan tersebut, soldier Amerika di Iraq dan Afghanistan telah menggunakan YouTube dan situs jearing social untuk share video, image atau story mengenai kehidupan sehari-hari mereka. Militer Amerika masih diperbolehkan untuk menulis journal online atau milblog, menggunakan jaringan Departemen Pertahanan Amerika selama mereka tidak meminta informasi yang penting dan rahasia, yang dapat membahayakan misi. Menurut Pentagon, MySpace, YouTube dan situs jejaring social lainnya telah menjadi target yang harus dibatasi penggunaannya setelah diketahui adanya frekuensi kunjungan berlebihan dari soldier
Related posts:



Leave Your Comments Below